Oleh Dimas Waraditya Nugraha
17 Mei 2025 18:12 WIB · Ekonomi

JAKARTA, KOMPAS — Ribuan pengunjung memadati World of Coffee Jakarta 2025 pada hari ketiga sekaligus hari terakhir penyelenggaraan, Sabtu (17/5/2025). Ajang ini tidak hanya menjadi panggung promosi kopi Indonesia di mata dunia, tetapi juga membuka peluang global bagi produk lain yang terlibat dalam rantai pasok industri minuman kopi.
Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan World of Coffee Jakarta 2025 adalah mempertemukan para profesional kopi Indonesia—mulai dari produsen, roaster, barista, hingga pelaku industri manufaktur—dengan ekosistem industri kopi dunia.
“Posisi unik Indonesia sebagai negara konsumen sekaligus produsen kopi utama membuat gelaran tahun ini sangat istimewa. Para pelaku lain dalam rantai pasok kopi nasional juga mendapat medium promosi ke pasar global,” ujarnya.
Head of Brand and Marketing Activation PT Multi Citra Rasa, Jordy Junius, menyebut pada hari ketiga pihaknya mengajak 15 kelompok perwakilan industri kopi internasional mengunjungi pabrik Dripp di Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat. Dripp merupakan merek sirup perisa kopi produksi perusahaan tersebut.
Ke-15 kelompok itu merupakan calon pembeli potensial yang dijaring sepanjang dua hari pertama pameran, berasal dari Malaysia, Kamboja, Jepang, dan Arab Saudi. Mereka diajak meninjau langsung proses produksi untuk memastikan kualitas produk sesuai standar yang dibutuhkan.
“Target utama kami mengikuti ajang ini memang untuk mendapatkan pembeli potensial sehingga bisa memperluas pasar ke luar negeri,” kata Jordy.
Seorang coffee scientist dari perusahaan manufaktur berbasis di Singapura, Maurin Cornuz, mengungkapkan kehadirannya di Jakarta bertujuan mempelajari komposisi dan cita rasa berbagai perisa kopi lokal Indonesia.
Sementara itu, Ahmed Alnehmi, pengunjung asal Bahrain, mengaku tengah mencari produsen kemasan minuman untuk mendukung produksi kopi di negaranya. “Saya menemukan satu atau dua produk kemasan yang berkualitas. Namun, masih diperlukan pembicaraan lebih lanjut untuk memastikan kapasitas produksinya sesuai kebutuhan,” katanya.
Menurut situs resmi World of Coffee 2025, sekitar 300 peserta pameran dari berbagai negara ambil bagian dalam acara di Jakarta. Mereka terdiri atas petani kopi, eksportir dan importir biji kopi hijau, produsen mesin sangrai, produsen perisa minuman, hingga produsen kemasan. Selain Indonesia, pelaku industri dari Filipina dan Jepang juga turut membuka stan pameran.
Masih dari sumber yang sama, 70 persen peserta World of Coffee setiap tahun merupakan pelaku aktif industri kopi, seperti pemilik kafe atau restoran, pengusaha kopi, barista, pelaku logistik, hingga produsen makanan dan minuman. Sisanya meliputi pelaku inovasi dan edukasi, termasuk perusahaan rintisan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), peneliti, hingga media.
“Profil audiens ini menunjukkan karakter acara yang bukan hanya berorientasi bisnis, melainkan juga edukatif dan kolaboratif lintas sektor. Ajang ini juga terbuka bagi konsumen yang ingin mengenal lebih dalam perkembangan terbaru industri kopi spesialti,” tulis keterangan resmi situs World of Coffee.
SCAI, selaku penyelenggara World of Coffee Jakarta 2025, merupakan perwakilan dari Specialty Coffee Association (SCA) di Indonesia. SCA sendiri adalah asosiasi dagang global yang mewadahi pemangku kepentingan industri kopi, mulai dari petani, pengolah, roaster, barista, pedagang, eksportir, kedai kopi, penyedia peralatan, hingga sektor pemerintah dan swasta.
Sebagai penyelenggara utama, SCA memiliki misi membangun ekosistem kopi spesialti global berbasis keberlanjutan, inklusivitas, dan pertukaran pengetahuan. Setiap tahun, World of Coffee dirancang sebagai ajang jejaring, penemuan tren dan produk terbaru, serta penguatan komunitas kopi spesialti dunia.
Sebelumnya, World of Coffee dikenal sebagai pameran yang digelar bergantian di kota-kota besar Eropa, seperti Kopenhagen, Denmark (2008); Wina, Austria (2012); Gothenburg, Swedia (2015); Dublin, Irlandia (2016); dan Budapest, Hungaria (2017). Selanjutnya, ajang ini digelar di Amsterdam, Belanda (2018); Berlin, Jerman (2019); Milan, Italia (2022); dan Athena, Yunani (2023).
Edisi perdana di Asia berlangsung di Busan, Korea Selatan (2024), sebelum akhirnya Jakarta terpilih sebagai tuan rumah World of Coffee 2025.
